Ingin Furniture yang Awet Bertahun-Tahun? Ini Rahasia Memilih yang Tepat!
Pernah beli furniture yang terlihat bagus di awal, tapi baru beberapa bulan sudah mulai goyang, kusam, mengelupas, atau bahkan patah? Jangan khawatir, kamu bukan satu-satunya. Banyak orang mengalami hal yang sama karena membeli furniture hanya berdasarkan tampilan—padahal daya tahan ditentukan oleh banyak faktor lain.
Kabar baiknya, kamu bisa banget punya furniture yang awet bertahun-tahun tanpa harus selalu beli yang mahal. Kuncinya ada pada cara memilih material, konstruksi, finishing, hingga cara penggunaan.
Di artikel ini, kita bakal bahas tips memilih furniture yang awet, lengkap dan tuntas sampai ke hal-hal kecil yang sering diabaikan.
Cocok buat kamu yang lagi bangun rumah, renovasi, atau sekadar upgrade interior biar rumah makin nyaman. Siap? Let’s go!
Kenapa Memilih Furniture yang Awet Itu Penting?
1. Menghemat biaya jangka panjang
Furniture yang kualitasnya buruk bikin kamu sering keluar uang buat perbaikan atau bahkan beli baru.
2. Tampilannya tetap bagus meski dipakai lama
Material yang tepat akan tetap terlihat bagus walaupun digunakan setiap hari.
3. Meningkatkan kenyamanan rumah
Furniture berkualitas biasanya lebih kokoh, ergonomis, dan aman dipakai.
4. Memberikan nilai lebih pada desain interior
Furniture yang tepat langsung mengangkat estetika ruangan.
5. Lebih ramah lingkungan
Furniture yang awet membutuhkan lebih sedikit penggantian → lebih sedikit limbah.
1. Pilih Material yang Tepat Sesuai Kebutuhan
Material adalah pondasi utama furniture. Salah pilih material = umur furniture lebih pendek. Berikut material terbaik yang umum dipakai:
A. Kayu Solid (Solid Wood)
Ini adalah material paling kuat dan tahan lama.
Kelebihan:
-
Sangat kokoh
-
Tahan puluhan tahun
-
Tampilan natural dan elegan
Kekurangan:
-
Harga lebih tinggi
-
Rentan lembap jika tidak diberi coating yang tepat
Cocok untuk:
Meja makan, kursi tamu, lemari besar, tempat tidur.
B. Kayu Olahan: Plywood / Multiplex
Plywood adalah material kayu olahan paling recommended untuk furniture modern.
Kelebihan:
-
Tahan lembap
-
Lebih kuat dibanding MDF dan particle board
-
Harga lebih terjangkau daripada kayu solid
Cocok untuk:
Kitchen set, lemari pakaian, meja TV, kabinet dapur.
C. MDF (Medium Density Fiberboard)
Lebih halus dan finishing-nya rapi.
Kelebihan:
-
Cocok untuk desain minimalis
-
Permukaan halus untuk finishing cat duco
Kekurangan:
-
Tidak tahan lembap
-
Lebih mudah melengkung
Cocok untuk:
Backdrop TV, panel dinding, partisi non-basah.
D. Besi & Baja (Termasuk Hollow Steel)
Sangat kuat dan tahan lama.
Kelebihan:
-
Anti rayap
-
Tidak mudah patah
-
Menambah kesan industrial
Cocok untuk:
Rangka meja, kursi café, rak besi, outdoor furniture.
E. Stainless Steel
Material anti-karat yang awet banget.
Kelebihan:
-
Tahan air & lembap
-
Tidak mudah berubah bentuk
Cocok untuk:
Rak dapur, kitchen set, sink, kabinet outdoor.
F. Bahan Pelapis (Finishing)
Jangan lupakan finishing! Ini sangat menentukan daya tahan.
Jenis finishing terbaik:
-
HPL (tahan gores, motif banyak, anti lembap)
-
Cat duco (halus tapi perlu perawatan)
-
Veneer (natural tapi sensitif)
2. Perhatikan Konstruksi dan Kekuatan Rangka
Furniture yang awet selalu memiliki konstruksi yang rapi dan kokoh.
Ciri-ciri konstruksi bagus:
-
Tidak goyang saat ditekan pelan
-
Sambungan halus dan rapat
-
Rangka tidak terlihat “miring”
-
Sudut-sudut simetris
-
Jika berbahan kayu, tidak ada retakan
Jika membeli rak, meja, atau lemari, coba:
-
Tekan bagian atasnya → kalau goyang, kualitas kurang
-
Cek bagian dalamnya → rangka harus solid, bukan hanya tempelan
Untuk sofa:
-
Rangka idealnya kayu solid atau besi
-
Coba duduk di beberapa sisi → kalau cepat turun, busanya kualitas rendah
3. Cek Bagian Sambungan (Joinery), Bukan Cuma Tampilan
Sambungan menentukan usia furniture.
Jenis sambungan yang bagus:
-
Dovetail joint (umum pada laci)
-
Mortise and tenon (untuk kayu solid)
-
Sambungan sekrup + lem khusus
-
Engsel slow motion
Hindari furniture yang hanya memakai paku tembak tanpa penguat, karena lebih cepat rusak.
4. Pilih Finishing yang Awet dan Mudah Dibersihkan
Finishing bukan cuma soal estetika—tapi perlindungan material.
Finishing terbaik untuk daya tahan:
-
HPL → tahan gores, anti lembap, banyak motif
-
Melamine → kuat dan lebih murah
-
Duco → halus, mewah, tapi rentan tersenggol
-
Plitur → untuk kayu solid biar seratnya terlihat
Jika furniture sering kena minyak, air, atau panas (misalnya di dapur), HPL adalah pilihan terbaik.
5. Sesuaikan Furniture dengan Iklim Rumah
Iklim Indonesia cenderung lembap, sehingga furniture sangat dipengaruhi lingkungan.
Tips penting:
-
Hindari MDF untuk area dekat sink atau kamar mandi
-
Gunakan plywood untuk kitchen set agar tidak menggelembung
-
Untuk outdoor, pakai besi galvanis, stainless steel, atau kayu ulin
-
Pastikan ada ventilasi yang cukup agar kayu tidak lembap
6. Cek Kapasitas Beban dan Fungsi
Furniture yang bagus harus bisa menahan beban sesuai kebutuhan.
Contoh:
-
Lemari baju minimal mampu menahan 20–35 kg gantungan
-
Rak buku harus kuat memegang beban berat
-
Drawer (laci) idealnya menggunakan rel tanam yang kuat
Pastikan laci bisa ditarik penuh tanpa macet.
Cobalah isi dengan beban sekadar simulasi.
7. Fokus pada Kenyamanan (Ergonomi)
Furniture yang awet bukan cuma kuat, tapi juga nyaman.
Cek ini:
-
Tinggi sofa → idealnya 40–45 cm
-
Kedalaman sofa → 50–60 cm
-
Tinggi meja makan → 75 cm
-
Kursi makan → 45 cm
-
Meja TV → 50–60 cm
-
Ketinggian kabinet dapur → 80–90 cm
Furniture ergonomis cenderung lebih awet digunakan karena tidak cepat rusak akibat tekanan salah.
8. Bandingkan Harga vs Kualitas Secara Realistis
Harga murah bukan selalu buruk.
Harga mahal bukan selalu terbaik.
Bandingkan berdasarkan:
-
Material
-
Konstruksi
-
Garansi
-
Finishing
-
Reputasi pembuat
Jangan hanya tergiur promo besar-besaran.
Lebih baik pilih yang harganya wajar tapi berkualitas.
9. Pilih Vendor atau Toko Furniture Terpercaya
Sangat penting untuk memeriksa kredibilitas penjual.
Tips memilih vendor:
-
Cek ulasan pembeli
-
Lihat portofolio pengerjaan
-
Pastikan material sesuai kesepakatan
-
Pilih yang bersedia survei lokasi (untuk custom)
-
Pastikan garansi jelas
Vendor profesional akan menjelaskan detail material yang digunakan, bukan hanya “bagus kok, awet”.
10. Pertimbangkan Perawatan Setelah Pembelian
Furniture awet juga butuh perawatan yang tepat.
Perawatan wajib:
-
Bersihkan debu secara rutin
-
Lap tumpahan air segera
-
Hindari paparan matahari langsung
-
Gunakan alas pada permukaan (karena goresan kecil lama-lama merusak finishing)
-
Kencangkan sekrup setiap 6 bulan sekali
Dengan perawatan minimal saja, furniture bisa awet sampai bertahun-tahun.
11. Pertimbangkan Gaya Interior Rumah (Biar Tidak Cepat Bosan)
Furniture yang cepat membuat bosan sering kali akhirnya diganti, meski masih bagus.
Makanya pilih gaya yang timeless!
Rekomendasi gaya furniture awet secara visual:
-
Minimalis
-
Scandinavian
-
Japandi
-
Industrial elegan
-
Modern clean look
Hindari gaya penuh ornamen jika kamu mudah bosan.
12. Perhatikan Detail Kecil: Ini Sering Dilupakan
Beberapa detail kecil justru paling menentukan keawetan:
A. Engsel
Gunakan engsel slow motion berkualitas.
B. Rel laci
Pilih rel tanam, bukan rel besi biasa.
C. Handle
Pilih yang kokoh, berbahan logam, bukan plastik.
D. Kaki furniture
Gunakan kaki besi atau kayu solid, jangan yang tempelan.
Detail kecil seperti ini menentukan umur furniture.
13. Jangan Lupakan Faktor Keamanan
Furniture yang tahan lama juga harus aman.
Perhatikan:
-
Sudut furniture tidak terlalu tajam (terutama jika punya anak kecil)
-
Lemari tinggi wajib diberi bracket ke dinding agar tidak roboh
-
Meja kaca harus tempered
Keamanan adalah bagian dari kualitas.
14. Bila Perlu, Pilih Furniture Custom
Furniture custom punya kelebihan:
-
Ukuran pas
-
Material bisa ditentukan
-
Desain sesuai keinginan
-
Umur penggunaan lebih panjang
Selama vendor terpercaya dan transparan soal material, custom furniture bisa lebih awet dibanding produk pabrikan.
15. Uji Kualitas Sebelum Membeli
Saat melihat furniture di toko, lakukan ini:
-
Duduki sofa di beberapa bagian
-
Tekan permukaan meja
-
Buka-tutup pintu lemari
-
Tarik semua laci
-
Cek bagian belakang furniture
-
Pastikan tidak ada bau menyengat (indikasi lem berkualitas rendah)
Furniture berkualitas akan terasa kokoh meski baru dicoba sebentar.
Furniture Awet = Kenyamanan Rumah Bertahun-Tahun
Memilih furniture yang awet bukan hanya soal mencari yang mahal atau yang paling cantik. Kuncinya ada pada kombinasi material terbaik, konstruksi kokoh, finishing tahan lama, dan desain yang pas dengan kebutuhan serta gaya rumah.
Dengan mengikuti tips di atas:
Kamu bisa menghemat banyak biaya
Rumah jadi lebih nyaman
Furniture tetap bagus hingga bertahun-tahun
Interior terlihat lebih premium dan tertata

Posting Komentar